Posts

Showing posts from August, 2014

Kami Akan Terus Berjuang Sampai Papua Merdeka !

Image
" Hendaklah kamu sepikir, sehati, sejiwa, satu dalam kasih dan satu tujuan untuk  terus berjuang sampai Papua Merdeka " Filipi 2 : 2b

Isu yang kini tidak asing lagi adalah  kalau rakyat Papua ingin menentukan nasibnya sendiri. Ini dapat kita lihat dari berbagai media-media yang memberitakan masalah Papua dari berbagai sisi, juga dari berbagai informasi yang sekarang sedang terjadi dan sedang memanas di seluru penjuru dunia.


Tidak heran juga, masalah Papua sudah merupakan masalah global, masalah internasional, di dunia. Orang Papua selalu memperjuangkan hak-hak untuk merebut kemerdekaan penuh melalui forum-forum terbuka maupun tertutup. Itu semua  usaha orang Papua: berjuang dan dengan berbagai cara  merebut kemerdekaan adalah upaya orang Papua memenuhi hak, sebagai bangsa West Papua.

Kita bisa melihat kembali masa sejarah singkat mengenai Papua di dalam pangkuan NKRI. Orang Papua ditindas, dibunuh, dianeksasi dan dilecehkan kedaulatannya, dan dicaci maki orang Papuanya oleh NKR…

Gerakan Mahasiswa Papua

Image
Gerakan Mahasiswa PapuaCatatan sejarah Papua membuktikan bahwa,
ideology untuk membentuk negara Papua Barat muncul dari Intelektual, Pelajar dan Mahasiswa asal Papua Barat.


Mahasiswa, dalam pentas sejarah Papua Barat, memang tidak sekadar menampilkan dirinya menjadi sosok manusia elitis terpelajar yang kemudian menjelmakan dirinya menjadi mesin intelektual yang hanya bekerja dalam dunianya saja. Lebih dari itu, sejarah perlawanan, dinamika pergolakan, gelombang protes, dan keterlibatan dalam gejolak pembaruan adalah semangat dan peristiwa yang tak pernah sepi dari dunia mahasiswa Papua. Sejarah telah bercerita tentang itu. Gerakan mahasiswa di Papua secara terus-menerus terlibat dalam pergulatan, perlawanan, dan perjuangan. Dari merencanakan sebuah negara dan membuat pengorganisasian masa rakyat, dari gerakan di kampus, di kampung hingga di hutan. Yang kemudian disaat kebangkita mahasiswa ketiga ini  pergerakan mahasiswa Papua mulai berani dan radikal dengan melakukan pe…

TNI-POLRI HARUS BERTANGGUNG JAWAB ATAS PEMBUNUHAN MARTINUS YOHAME

Image
NEGARA HARUS BERTANGGUNG JAWAB ATAS PEMBUNUHAN MARTINUS YOHAME

Kunjungan kerja Negara dalam hal ini Presiden Rebuplik Indonesia Susilo Bambang Yudoyono (SBY) ke Papua dalam rangga peresemian wisata Raja Ampat di Sorong dan presemian Tugu Kristus Raja di Mansinam Manokwari pada tanggal 20-25 Agustus 2014 di Papua telah membunuh Aktivis Papua Merdeka yaitu Ketua komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Sorong Raja kepala burung Martinus Yohame. Penculikan dan Pembunuhan terhadap ketua KNPB wilayah Sorong dilakukan untuk mengamankan perjalanan pimpinan Nekara klonial NKRI di Papua, Sebab sebelum kujungan Presiden rebuplik Indonesia (SBY) ke Sorong dan Manokwari Ketua KNPB wilayah sorong Almarhum Martinus Yohame dan Parlemen Rakyat Daerah (PRD) wilayah Sorong telah mengelurkan stekmen dalam jumpa press dengan menghadirkan sejumlah Wartawan yang berada di wilayah sorong kota pada tanggal 19 Agustus 2014 di depan walikota sorong pada pukul 15.00 WPB .
Dalam konfrensi press dengan wartawan it…

Tolak Kehadiran Militer dalam PAUD di Tanah Papua

Image
Tolak Kehadiran Militer dalam PAUD di Tanah Papua Penulis : Andreas M. Yeimo
Sebelum melihat kehadiran militer dalam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), penulis ingin menjelaskan beberapa pengetian kata dasar yaitu Sistem, Pendidikan, dan Militer.
Menurut Wikipedia Bahasa Indonesia, kata sistem berasal dari bahasa Yunani yaitu systema yang berarti  cara atau strategi. Dalam bahasa Inggris, sistem berarti system, jaringan, susunan, cara. Sistem juga diartikan sebagai suatu strategi atau cara berpikir.
Kata Pendidikan adalah suatu strategi atau cara yang akan dipakai untuk melakukan proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan agar para pelajar dapat secara aktif memahami apa yang disampaikan oleh gurunya.
Kata Militer adalah Tentara Nasional Indonesia (TNI), organisasinya yang merupakan kekuatan bersenjata dan yang harus menjaga dan mengamankan kedaulatan negara.
*** 
Di beberapa pelosok pedalaman Papua, di sana ada beberapa personil TNI dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang se…

ksistensi Budaya Mahasiswa Papua se-Jawa dan Bali

Image
ksistensi Budaya Mahasiswa Papua se-Jawa dan Bali Penulis : Tiborius Adii  Pencerita, Alfred Viktor Bobii. Foto: Dok. Pribadi

Bangga sekali jika budaya Papua dipentaskan pada peristiwa perayaan Natal dan Tahun baru setiap tahun di Kota Study di luar Papua (Surabaya, Malang, Semarang, Bali Yogyakarta, Bandung, Bogor, dan Jakarta). Berikut ini makna dan eksistensi budaya Papua serta solidaritas pemerintah, orang tua, yang diceritakan oleh Alfred Viktor Bobii, pelajar SMP Santa Agnes Surabaya, atas pengalaman dan pengamatan perayaan natal, tahun baru, sambil menunjukkan hasil potretannya di kota studi Bandung (26 Desember 2013 s/d 1 Januari 2014). *** 

Gagasan perayaan Natal dan Tahun baru bersama mahasiswa Papua di beberapa kota study di luar Papua terkesan memiliki makna tersendiri dalam kerukunan para mahasiswa dan pelajar di sana.  Sungguh mengugah hatiku kalau menikmati sebuah acara yang dikemas dalam khas budaya di tanah rantauan.  
Para senior terdahulu dekade 1980-an sudah mempredi…

Novelis Muda Papua, Aprilia RA Wayar, Diundang di UWRF

Image
Novelis Muda Papua, Aprilia RA Wayar, Diundang di UWRF

Aprilia RA Wayar @Ist
Jayapura, MAJALAH  SELANGKAH – Novelis muda Papua,  Aprilia RA Wayar diundang mengikuti Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) pada 3-7 Oktober 2012  mendatang di Ubud, Bali. Ia akan ikut UWRF bersama 15 penulis muda Indonesia dari berbagai daerah di Indonesia.
Alumna Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta ini mengatakan, dewan kurator memberi komposisi penulis terpilih terdiri dari lima penyair, lima cerpenis, empat novelis, dan satu esais. “Kami terdiri dari empat perempuan dan sebelas pria,”kata  Aprilia kepada media ini, Rabu, (26/9).
Wartawan Tabloid Jubi ini mengatakan, novelnya yang berjudul “Mawar Hitam Tanpa Akar” yang lolos seleksi itu menceritakan tentang sebuah kisah keluarga muda kelas menengah Jayapura dengan segala dinamika kehidupan, mulai dari percintaan sampai kaitan-kaitan dengan persoalan-persoalan politik yang dialami masyarakat Papua.
Ia mengatakan, pada Vestifal itu, ia dan teman-…

Untukmu Papua Aku Berjuang

Image
Untukmu Papua Aku Berjuang Penulis : Tabita 
Untukmu Papua aku berjuang. Berjuang dalam konteks menanam pendidikan yang sebagai alat demi mengelola tanah dan kekayaan alam yang sudah sedikit lagi tinggal cerita. 

Perjuangan melawan ketidakberdayaan dengan pendidikan bukanlah sesuatu yang mudah dan gampang, tetapi perjuangan untuk menjadi asing di kota studi adalah hak mutlak yang ada pada setiap pelaku (pejuang). 
Kekawatiran, rasa memiliki, rasa bertanggungjwab, tetapi juga rasa bersalah ketika menjadi yudas di ranah politik, birokrasi, yang menusuk ke sumsum sehingga terus berjuang demi menjaga rona awal itu tetap ada dan terus dinikmati sampai pada anak-anak tanah. 
Perjuangan dalam konteks pendidikan yang dirasakan oleh setiap anak bangsa Papua yang menggeluti itu terasa di setiap kelompok, yang melatarbelakangi etnis dan daerah yang berbeda tapi satu tujuan yaitu pendidikan. Pendidikan sebagai jembatan untuk menjembatani setiap keluh kesah dalam ketidakadilan akan pribadi, kelompo…

Sejumlah Wilayah di Indonesia Akan Merdeka?

Image
Sejumlah Wilayah di Indonesia Akan Merdeka? Sepuluh tahun lebih saya berkawan dengan para sahabat dari beberapa wilayah. Dari pembicaraan mereka jelas nampak sekali ketidak puasan mereka terhadap management dan kepemimpinan Jakarta tidak dapat disembunyikan. Saya memprediksikan kalau seandainya berlaku perang antara Malaysia dengan Indonesia, maka yang sangat rugi itu adalah Indonesia. Sejumlah wilayah Indonesia yang memiliki dendam lama dengan pemerintah pusat karena pelanggaran HAM, ketidak adilan, ketidak profesionalismean dan sebagainya akan memanfaatkan situasi ini untuk memerdekakan diri serta keluar dari NKRI atau setidaknya menggabungkan diri atau membuat perjanjian kerjasama ekonomi dan militer dengan negara Singapura atau Malaysia. Biarlah kita dikatakan berafiliasi dengan Inggris, karena memang terbukti bahwa Inggris memang ingin semua manusia jadi makmur dan bahagia. Negara-negara yang terbentuk setelah kemerdekaan saat ini seperti Indonesia, Malaysia, dan Sin…