Posts

Showing posts from May, 2015

Novelis Muda Papua, Aprilia RA Wayar, Diundang di UWRF

Image
Novelis Muda Papua, Aprilia RA Wayar, Diundang di UWRF Aprilia RA Wayar @Ist Jayapura, MAJALAH  SELANGKAH – Novelis muda Papua,  Aprilia RA Wayar diundang mengikuti Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) pada 3-7 Oktober 2012  mendatang di Ubud, Bali. Ia akan ikut UWRF bersama 15 penulis muda Indonesia dari berbagai daerah di Indonesia.
Alumna Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta ini mengatakan, dewan kurator memberi komposisi penulis terpilih terdiri dari lima penyair, lima cerpenis, empat novelis, dan satu esais. “Kami terdiri dari empat perempuan dan sebelas pria,”kata  Aprilia kepada media ini, Rabu, (26/9).
Wartawan Tabloid Jubi ini mengatakan, novelnya yang berjudul “Mawar Hitam Tanpa Akar” yang lolos seleksi itu menceritakan tentang sebuah kisah keluarga muda kelas menengah Jayapura dengan segala dinamika kehidupan, mulai dari percintaan sampai kaitan-kaitan dengan persoalan-persoalan politik yang dialami masyarakat Papua.
Ia mengatakan, pada Vestifal itu, ia …

Masyarakat Salomon Kembali Dukung Papua Barat Masuk MSG

Image
Solidaritas Kepulauan Solomon untuk Papua Barat. Foto: Ist
Salomon Island, MAJALAH  SELANGKAH -- Anggota organisasi masyarakat sipil di bawah payung  Solidaritas Kepulauan Solomon untuk Papua Barat berkumpul pada  Kamis, (14/5/15) lalu untuk memperbarui seruan mereka pada Pemerintah Kepulauan Solomon untuk mendukung tawaran  Papua Barat untuk mendapatkan keanggotaan penuh Melanesian Spearhead Group (MSG).

Seruan itu dibuat menjelang perjalananan Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri  ke Papua Nugini (PNG) awal pekan depan untuk memutuskan tawaran Papua Barat untuk MSG.

Pertemuan terdiri atas anggota Solomon Islands Christian Association (SICA), Masyarakat Sipil, masyarakat umum dan mahasiswa dari Universitas Pasifik Selatan untuk menunjukkan solidaritas mereka mendukung tawaran untuk orang-orang  Melanesia di Papua Barat untuk anggota penuh di MSG.

Mengomentari pertemuan itu, Lily Chekana, of Development Services Exchange (DSE) menyoroti bahwa Papua Barat adal…

PACOR dan BRM di Nigeria Akan Demo di KBRI, Dukung West Papua Merdeka

Image
Poster ajakan demonstrasi dari PACOR dan BRM. Foto: Ist.
Jakarta, MAJALAH SELANGKAH -- Gerakan Pan African Consciousness Renaissance (PACOR) dan Black Revolutionaries Movement (BRM) akan menggerakan rakyat sipil di Nigeria, Afrika, untuk demonstrasi damai pada tanggal 21 April 2015 di depan kantor kedutaan negara Indonesia (KBRI) untuk bersolidaritas mendukung bangsa Papua Barat merdeka atas penjajahan negara Indonesia.

Pada demo di hari Selasa, 21 April, 2015 di kantor KBRI, pulau Victoria, Lagos, Nigeria, pukul 10.00 pagi waktu Nigeria itu, massa aksi juga akan menuntut negara Indonesia menghentikan aksi genosida dan penjajahan atas saudara-saudari kulit hitam di Pasifik, yakni Bangsa Papua Barat.

Untuk diketahui, sebelumnya, Tapol, organisasi berbasis masyarakat sipil yang mengkampanyekan penegakan hak asasi manusia (HAM), perdamaian dan demokrasi di Indonesia, yang bermarkas di Inggris, telah menyerukan kepada masyarakat dunia untuk menggelar demo damai di kanto…

Ini Aksi Pertama Dukungan Papua Merdeka di Nigeria

Image
Ini aksi pertama dukungan Papua Merdeka di Afrika. Foto: Youtube
Jayapura, MAJALAH SELANGKAH -- Senin, 13 April 2015 lalu, majalahselangkah.com memberitakan, Gerakan Pan African Consciousness Renaissance (PACOR) dan Black Revolutionaries Movement (BRM) akan menggelar demonstrasi damai pada tanggal 21 April 2015 di depan Kedutaan Indonesia (KBRI) Pulau Victoria, Lagos, Nigeria.

Rencana aksi "Pembebasan Papua Barat" itu benar-benar dilakukan untuk pertama kalinya di Nigeria (baca: PACOR dan BRM di Nigeria Akan Demo di KBRI, Dukung West Papua Merdeka).

Demonstrasi ini mengikuti gelombang dukungan untuk Papua Barat dari Afrika Selatan. PACOR adalah organisasi yang terhubung dengan Gerakan Black Revolusioner yang mengajak semua orang untuk bergabung dalam solidaritas melawan penindasan yang tidak manusiawi eksploitasi, kolonisasi terhadap orang kulit hitam di seluruh dunia.

"Desakan untuk melakukan aksi solidaritas tertanam dengan kuat. Kami yakin bahwa penin…

Desak Buka Akses di Papua, Tapol Ajak Masyarakat Dunia Demo di Setiap Kedutaan Indonesia

Image
Seruan Tapol. Foto: Ist.
Jakarta, MAJALAH SELANGKAH
-- Tapol, organisasi berbasis masyarakat sipil yang mengkampanyekan penegakan hak asasi manusia (HAM), perdamaian dan demokrasi di Indonesia, yang bermarkas di Inggris, menyerukan kepada masyarakat dunia untuk menggelar demo damai di kantor kedutaan negara Indonesia di masing-masing negara terkait isolasi akses dunia luar atas tanah Papua,  termasuk isolasi perjuangan kemerdekaan bangsa Papua untuk menentukan nasibnya sendiri alias merdeka.

Untuk waktu demonstrasi bersama masyarakat dunia, Tapol merilis tanggal 29 April 2015, dengan tuntutan tunggal, buka isolasi atas tanah Papua dari akses dunia.

"Mengapa Indonesia tidak menginginkan pihak asing untuk mengetahui tentang Papua Barat? Mengapa Indonesia tidak ingin ada wartawan internasional di Papua Barat?" tanya Tapol dalam release seruan demo damai.

"Mengapa Indonesia mencoba untuk menjaga orang-orang Papua Barat agar tetap diam dan tidak bersu…

Ini Alasan Thomas Dandois dan Valentine Bourrat ke Papua

Image
Dua Jurnalis Perancis, Thomas Dandois dan Valentine Bourrat saat di Pengadilan Negeri Klas IA Jayapura, Papua, Kamis (23/10/14) tadi. Foto: Hendrikus Yeimo
Jayapura, MAJALAH SELANGKAH -- Dua Jurnalis asal Perancis, Thomas Dandois dan Valentine Bourrat dalam kesaksiannya saat menjalani pemeriksaan di Pengadilan Negeri Klas IA Jayapura, Papua, Kamis (23/10/14) sore, mengungkapkan kronologi perjalanan dan alasan keduanya ke Tanah Papua.

Saat ditanya kepada Valentine Bourrat dan Thomas Dandois, diketahui bahwa keduanya masuk di Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta tanggal 27 Juli 2014, dan ke Papua tanggal 4 Agustus 2014.

Menjawab Hakim, Thomas mengatakan, Valentine lebih dulu ke Sorong untuk liburan. Setelah bertemu dengan Thomas di Sorong barulah mereka dua ke Jayapura.

Kegiatan saat di Jayapura, sempat menginap di Hotel Aston Jayapura, melihat pemandangan Papua indah, sehingga rencananya akan mengambil gambar di sekitar Jayapura dan pemandangan alam secara…

Rally in Fiji for West Papua

Image
Sekitar 150orangternyatapadaprotesdi ibukotaFiji,Suva,JumatmenyerukandimasukkannyaPapua BaratdiMSG (Melanesian Spearhead Group).

MSGmenteri luar negeriakan bertemupada hari Kamis,ketikaGerakanInggrisPembebasanuntuk aplikasiPapua Baratuntuk menjadi anggotaakan dipertimbangkan.

RallydiSuvabergabung dengankelompok masyarakat sipil,termasukWargaKonstitusiForum.
Juru bicaranya,KasimNazeem,mengatakanprotes itumenyerukan pemerintahFijiuntuk melobiuntuk dimasukkanPapua Barat.

"PemerintahFijibelum benar-benarkeluar danmengatakanapakah merekamendukunginklusiPapua BaratdiMSGatau sebaliknya,jadi saya pikirMaretini adalah untukmelobiFijikarena merupakanpemainberpengaruhdi PasifikdanjugaMSG."

KasimNazeemmengatakanpenyelenggaraprotes,GerakanFijiSolidaritas untukPapua Barat,jugaberusaha mengumpulkantanda tangan untukpetisiuntuk menyajikankepada pemerintah.
Maret diFijiuntukPapua Barat

ICP Minta Uni Eropa Kirim Misi Pencari Fakta ke Papua

Image
Jayapura, Jubi – Pemimpin Gereja, pembela Hak Asasi Manusia, akademisi dan pengamat internasional, sejak tanggal 4 hingga 7 Mei berkumpul di Brussels, Belgia untuk melakukan Konsultasi Internasional Papua (ICP) tahun 2015. Pertemuan ICP ini membahas situasi HAM di Papua. Para peserta ICP juga bertemu beberapa anggota Parlemen Eropa pada 5 Mei 2015 atas undangan dari Ana Gomes, Anggota Parlemen Eropa. Pertemuan di Parlemen Uni Eropa ini juga dihadiri Diplomat Indonesia untuk Uni Eropa di Brussels dan juga dari Jakarta.
“Selama kunjungannya ke Papua pada bulan Desember 2014, Presiden Joko Widodo menyatakan secara terbuka bahwa ia berkomitmen untuk mendengarkan suara-suara dari Papua, namun perkembangan terbaru di Papua menunjukkan realitas yang berbeda,” kata Norman Voss, Kordinator ICP kepada Jubi, (7 / 5/2015).
Para peserta ICP, menurut Voss prihatin dengan perkembangan terbaru di Papua yang telah ditandai dengan peningkatan kekerasan yang dilakukan oleh aparat keamanan I…

AMP Komite Kota Malang Menggelar Aksi Damai Peringati Aneksasi Papua Kedalam NKRI

Image
AMP Komite Kota Malang Menggelar Aksi Damai Peringati Aneksasi Papua Kedalam NKRI adalah ILEGAL
"Penyerahan Papua ke Indonesia oleh UNTEA adalah Ilegal dan Melanggar Hak Asasi Manusia, khususnya Hak Hidup Orang Papua"
"...Sejarah tidak pernah menipu dan bahkan akan selalu tertanam dalam tiap sanubari anak-anak Bangsa dari satu generasi menuju generasi berikutnya, di mana saja mereka berada..."
Perlu disadari oleh semua orang di dunia bahwa ada keganjilan besar dalam Sejarah Papua yang berusaha dimanipulasi atau ditutupi kebenaran sejarahnya. Bagi sejarah orang Papua, 1 Mei 1963 adalah kejahatan kemanusiaan jilid kedua dari rentetan kejahatan kemanusiaan yang dilalukan negara Indonesia di Tanah Papua, di mana Jilid Pertama dikenal dengan lahirnya Tiga Komando Rakyat (Trikora) 19 Desember 1961, yang diikuti dengan pendudukan militer Indonesia di Tanah Papua, yang menumpas rakyat sipil di Tanah Papua (terjadi pelanggaran HAM besar-besaran pada tahap pertama)…