Posts

Showing posts from June, 2010

TPN/OPM MENJADI ORGANISASI SIPIL BERSENJATA/TERORIS SEJAK 17 MEY 2010

NAMA LAMA ORGAN TPN/OPM DIAKHIRI DI MEDIA MASA SEKALIGUS MENJADI ORGAN SIPIL BERSENJATA/TERORIS OLEH PANGDAM XVII/Cenderwasih
Gelagat NKRI untuk mengakhiri, menghilangkan, mengubur hidup-hidup sekaligus mengangkat nama organ Perjuangan Rakyat Papua di lingkaran Teroris agar perjuangan Bangsa West Papua berakhir pula.
Rencana Operasi Militer untuk menjadikan daerah Puncak Jaya Sebagai Daerah Operasi Militer benar-benar terbukti seperti yang telah kami sampaikan sebelumnya. Hal itu terbukti setelah TNI/POLRI sert Densus 88 berhasil menembak seorang pasukan Tentara Revolusi West Papua atas nama Warius Telenggen Pada Tgl. 18 Mey 2010, di Distrik Mewogoluk, Mulia-Kab. Puncak Jaya.
Setelah pulang kampungnya Tete Nicolas Jouwe ke Tanah air, kemudian ia kembali dinobatkan menjadi putra Indonesia serta resmi menjadi Warga Negara Indonesia pada Tanggal 17 Mey 2010 lalu menimbulkan banyak pertanyaan di kalangan Rakyat Papua.
Di tempat terpisah di saat media masa saat meliput berita di sela-sela …

WARNING PANGDAM XVII CENDERAWASIH KEPADA WARTAWAN SECARA TERTUTUP UNTUK NAMA TPN/OPM TIDAK

WARNING PANGDAM XVII CENDERAWASIH KEPADA WARTAWAN SECARA TERTUTUP UNTUK NAMA TPN/OPM TIDAK Rimba SPMNews: Rencana Operasi Militer untuk menjadikan daerah Puncak Jaya Sebagai Daerah Operasi Militer benar-benar terbukti seperti yang telah kami sampaikan sebelumnya. Hal itu terbukti setelah TNI/POLRI sert Densus 88 berhasil menembak seorang pasukan Tentara Revolusi West Papua atas nama Warius Telenggen Pada Tgl. 18 Mey 2010, di Distrik Mewogoluk, Mulia-Kab. Puncak Jaya.
Setelah pulang kampungnya Tete Nicolas Jouwe ke Tanah air, kemudian ia kembali dinobatkan menjadi putra Indonesia serta resmi menjadi Warga Negara Indonesia pada Tanggal 17 Mey 2010 yang menimbulkan banyak pertanyaan di kalangan Rakyat Papua.
Di tempat terpisah di saat media masa saat meliput berita di sela-sela jamuan malam, Pangdam XVII/Cenderwasih Mayjen TNI Hotma Marbun menutup pembicaraanya dengan wartawan dengan kalimat, kembalinya Pencetus OPM Nicolas Jouwe ke pangkuan NKRI berarti secara otomatis nama OPM/TPN ber…

LAPORAN LANGSUNG PEMIMPIN GEREJA GIDI DARI MULIA, PUNCAK JAYA HARI INI TANGGAL 7 JUNI 2010, 10:30 am, MENYANGKUT OPERASI TUMPAS DI DAERAH TERSEBUT dan KRISIS HAM.

KRISIS HAM DI MULIA, PUNCAK JAYA, PAPUA
Mulia, SPMNews: Operasi Tumpas yang diberlakukan di Daerah Operasi Militer (DOM) di Mulia, Puncak Jaya oleh TNI/POLRI untuk menumpas habis Girilyawan Komandan Operasi Pusat Tentara Revolusi West Papua, Nggoliar Tabuni dengan pasukanya telam menelan banyak korban masyarakat sipil di beberapa distrik dan desa yang dianggap/dicurigai/diduga pasukanya Ngoliar Tabuni bersembunyi. Menurut seorang pemimpin gereja yang menangani pengungsi di kantor Klasis Mulia menyampaikan kepada kami melalui telepon genggamnya bahwa Operasi yang dituju untuk menumpas Gerilyawan Nggoliar Tabuni dengan pasukanya tidak dilakukan malahan aparat TNI/POLRI di tempatkan di setiap gedung-gedung sekolah, kantor-kantor Desa, gereja-gereja untuk dijadikan sebagai pos operasi Militer. Pos induk ditempatkan di SD impress Yambi, desa-desa lain dijadikan sebagai pos operasi seperti kantor Desa Ngguragi menjadi pos militer, Gedung SD Tingginambut dipakai untuk pos operasi, Gedung G…

OPERASI NKRI MELALUI KONSULAT RI VANIMO DI PERBATASAN

OPERASI NKRI MELALUI KONSULAT RI VANIMO
DI PERBATASAN Rimba SPMNews: Sementara itu, modul operasi yang sama di lakukan di Pertahanan Pusat Tentara Revolusi West Papua di Wutung. Operasi yang dimaksud setelah konsulat RI mengadakan rapat beberapa kali kemudian hasil keputusan rapat Tentara dan Polisi PNG yang ada di Vanimo dibayar oleh konsulat RI di PNG, Vanimo.
Menurut West Papua Inteligent Service kepada kami ia mengatakan operasi ini menurut rencana akan dilakukan dari Waromo, Dadi, Yako, Dawi sampai ke Wutung, pertahanan. Dari arah Indonesia telah disiagakan oleh Dan compy C di Tami.
Menurut WPIS, operasi ini bukan hanya dituju kepada Pertahanan, tetapi terhadap seluruh masyarakat sipil/pengungsi yang beradi di PNG. Operasi ini kelihatanya ilegal karena tidak ada tok save (pengumuman) di media masa, karena setiap ada operasi pasti disiarkan di Radio Sandaun, serta akan keluar di Koran Nasional PNG, tetapi ini dilakukan semua setelah rapat tertutup antara pihak TPN/OPM di Vanimo y…

KRISIS HAM DI MULIA, PUNCAK JAYA, PAPUA

KRISIS HAM DI MULIA, PUNCAK JAYA, PAPUA
LAPORAN LANGSUNG PEMIMPIN GEREJA GIDI DARI MULIA, PUNCAK JAYA HARI INI TANGGAL 7 JUNI 2010, 10:30 am, MENYANGKUT OPERASI TUMPAS DI DAERAH TERSEBUT dan KRISIS HAM.
Mulia, SPMNews: Operasi Tumpas yang diberlakukan di Daerah Operasi Militer (DOM) di Mulia, Puncak Jaya oleh TNI/POLRI untuk menumpas habis Girilyawan Komandan Operasi Pusat Tentara Revolusi West Papua, Nggoliar Tabuni dengan pasukanya telam menelan banyak korban masyarakat sipil di beberapa distrik dan desa yang dianggap/dicurigai/diduga pasukanya Ngoliar Tabuni bersembunyi.
Menurut seorang pemimpin gereja yang menangani pengungsi di kantor Klasis Mulia menyampaikan kepada kami melalui telepon genggamnya bahwa Operasi yang dituju untuk menumpas Gerilyawan Nggoliar Tabuni dengan pasukanya tidak dilakukan malahan aparat TNI/POLRI di tempatkan di setiap gedung-gedung sekolah, kantor-kantor Desa, gereja-gereja untuk dijadikan sebagai pos operasi Militer.
Pos induk ditempatkan di SD impress…

DAERAH OPERASI MILITER DI PUNCAK JAYA

OPERASI MILITER TNI/POLRI DI PUNCAK JAYA DIPERKECIL OPERASI BIASA, KENYATAAN BERBEDA, PUNCAK JAYA MURNI DAERAH OPERASI MILITER (DOM)
Rimba SPMNews: Kami mendapat telpon langsung orang terpercaya yang berada di Mulia, Puncak Jaya bahwa pendoropan TNI/POLRI lengkap dengan alat perang dan jumlahnya lebih dari yang diberitakan oleh media serta siaran radio RRI jayapura. Pendaratan pasukan TNI/POLRI dilakukan di empat titik, yaitu; dari arah Wamena, Tolikara masuk ke Ilu, Wamena Tiom (Lani Jaya) masuk ke Melageneri, Kwiyawage, arah Puncak Papua Ilaga, Puncak Jaya Mulia. Masyarakat dari berbagai kampong yang diungsikan meminta agar pendoropan pasukan hanya dilakukan di Mulia, karena Gerilyawan Goliat Tabuni dan pasukanya berada disana, tidak ada di daerah-daerah lain. Mereka yang diungsikan mulai menghadapi berbagai macam kendala, di antaranya; stok makanan mulai berkurang, anak-anak mereka tidak bisa mengikuti kegiatan belajar-mengajar, kesehatan mulai terganggu, tidak bisa berkebun karena…