PEPERA 1969 TIDAK DEMOKRATIS," HAK PENETUAN NASIB SENDIRI SOLUSI’

AMP SEMARANG, PEPERA 1969 TIDAK DEMOKRATIS," HAK PENETUAN NASIB SENDIRI SOLUSI’

Masa aksi AMP Kota Semarang , Memprotes PEPERA 1969 Tidak Demokratis, di depan Patung Kuda Jalan Pahlawan Kota Semarang, Selasa, 15/07/2014. (foto, Bob Gimbal Tsenawatme/kobogaunews)

Masa aksi AMP Kota Semarang , Memprotes PEPERA 1969 Tidak Demokratis, di depan Patung Kuda Jalan Pahlawan Kota Semarang, Selasa, 15/07/2014. (foto, Bob Gimbal Tsenawatme/kobogaunews)

Semarang, KOBOGAUNEWS -- Puluh Mahasiswa Papua yang  tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) kota Semarang, menggelar aksi damai hari ini, Selasa (15/Juli/2014), Depan Patung Kuda Jalan Pahlawan Kota Semarang. Aksi damai ini dilakukan guna memprotes pelaksanaan PEPERA 1969 yang tidak demokratis dan cacat hukum Internasional. 

Pesan singkat yang diterima oleh www.kobogaunews.com, massa aksi awalnya berkumpul di Jalan Pahlawan - Bundaran Simpang Lima. Jam 09.00 WIB, masa aksi berjalan menuju titik aksi depan Patung Kuda Jalan Pahlawan Kota Semarang,  dengan yel-yel, Papua Merdeka, Papua Merdeka.

Juru bicara aksi, Bernardo Boma, mengatakan aksi demonstrasi ini dilakukan oleh AMP  , guna memprotes pelaksanaan PEPERA pada tanggal 14 Juli sampai 02 Agustus 1969, karena  proses pelaksanaan PEPERA di Papua tidak demokratis sesuai dengan ketentuan hukum Internasional perjanjian New York Agreement 15 Agustus 1962.” Lanjut Boma.

"Kami akan tetap dan terus berjuang untuk menyuarakan aspirasi rakyat West Papua yang telah dipaksa oleh Indonesia untuk bergabung sejak 1 Mei 1963 hingga saat ini, dan kami tidak akan pernah berhenti berjuang selama Indonesia masih terus menjajah bangsa Papua".

Ada pun  3 tuntutan AMP yang di bacarkan oleh Kordinator aksi Johanis Tsenawatme,. Pertama, AMP menuntut untuk diberikan kebebasan dan hak menentukan nasib sendiri sebagai solusi demokratis bagi rakyat Papua.

Kedua, AMP menyerukan penutupan dan penghentian aktivitas eksploitasi semua perusahaan Multy National Coorporation (MNC) milik negara-negara Imperialis; Freeport, BP, LNG Tangguh, Medco, Corindo juga MIFEE, dan lain-lain dari seluruh tanah Papua.

Ketiga, AMP dengan tegas menolak, dan menyerukan agar Indonesia nenarik Militer Indonesia (TNI-Polri) organik dan non organik dari seluruh tanah Papua untuk menghentikan segala bentuk kejahatan terhadap kemanusiaan oleh negara Indonesia terhadap rakyat Papua. (Kobogaunews/ W Kobogau)

Foto-foto Aksi AMP Semarang

































AMP News And Media

Comments

Popular posts from this blog

ksistensi Budaya Mahasiswa Papua se-Jawa dan Bali

Novelis Muda Papua, Aprilia RA Wayar, Diundang di UWRF

Tolak Kehadiran Militer dalam PAUD di Tanah Papua